Teori Konspirasi tentang Beras Sintetik

/ Jumat, 22 Mei 2015 /
Teori persekongkolan atau teori konspirasi (dalam bahasa Inggris, conspiracy theory) adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar (invisible hand) yang memanipulasi kejadian-kejadian politik.

Teori ini ada di seputaran gerak dunia global dan merambah hampir ke semua ranah kehidupan manusia, dari urusan politik sampai makanan. Orang yang tidak percaya selalu menganggap semua hanya olok-olok, mengada-ada, menyia-nyiakan waktu, kurang kerjaan, dan sebagainya. Bagi para penganutnya, teori itu tidak serta-merta muncul mendunia tanpa ada yang menciptakan polanya.

Teori ini dapat dibentuk dengan menghubungkan beberapa fakta yang terjadi, dengan pola tertentu sehingga mampu diartikan dengan pemikiran baru.

Beras sintetik beredar di Indonesia
Mari beranjak pada pemberitaan yang sesuai dengan judul artikel ini. Ya... Tentang adanya Beras Sintetik yang beredar di pasaran.

Beberapa fakta yang akan menjadi dasar pemikiran dalam teori konspirasi ini antara lain :
  1. Fakta, beredarnya beras sintetik di pasar secara bebas
  2. Fakta, akan diadakannya impor beras oleh pemerintah, jika Indonesia panen raya tidak mencapai target di bulan Juni
  3. Fakta, petani di Indonesia enggan menanam bahan pokok selain beras, karena masyarakat tidak banyak yang mengkonsumsi bahan pokok selain beras.
  4. Fakta, media menjadikan berita tentang peredaran Beras sintetik sebagai headline dalam beberapa hari belakangan
  5. Fakta, pemerintah melakukan sidak pasar besar - besaran, untuk menemukan ketidakberesan terhadap komoditas beras. Tidak hanya tentang beras sintetik, tapi juga beras yang mengandung pemutih.
Di awal analisis saya ini, saya ingin menegaskan bahwa analisis ini hanya merupakan hasil pemikiran anak muda yang sebenernya sama sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi formal tentang pertanian, pangan, ekonomi, politik, sosial. namun hanya didasarkan pada pengamatan orang awam terhadap beberapa fakta yang menjadi fenomena dalam berita media belakangan ini.

Dari fakta - fakta yang yang saya sebutkan di atas. Terdapat kemungkinan bahwa Beras Sintetis ini memang sengaja dibuat oleh Pemerintah, untuk mencegah impor beras dan mensukseskan gerakan peralihan makanan pokok dari beras ke bahan makanan pokok lainnya.

Dalam jangka pendek, dengan didukung dengan peran media massa yang secara terus menerus menayangkan bahaya Beras Sintetik di pasaran, maka masyarakat akan merasa enggan membeli beras sebagai bahan makanan pokok. Ketakutan untuk mengkonsumsi beras yang ada dipasaran tersebar di masyarakat. Ketakutan tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah. Ketakutan tersebut sudah mulai terbukti, dengan menurunnya keinginan beli masyarakat terhadap beras. Namun, sebagai kebutuhan pokok tentunya masyarakat mau tidak mau pasti membutuhkan asupan karbohidrat dalam bahan makanan pokok, sehingga masyarakat dalam jangka panjang akan mencari dan mengkonsumsi bakan makanan pokok lain, akibat ketakutan dari konspirasi beras sintetik di pasaran. 

Akhirnya, jika masyarakat berbondong - bondong beralih mengkonsumsi bahan makanan pokok lain maka pemerintah tidak akan perlu mengimpor beras, dan program pemerintah untuk melakukan diversifikasi bahan pokok akan terlaksana.

Oleh karena itu, terdapat kemungkinan bahwa fenomena beras sintetik ini memang sengaja dibuat Pemerintah, untuk melancarkan beberapa agendanya. Jika kemungkinan konspirasi ini benar, sebenarnya tujuan yang ingin dicapai pemerintah cukup baik, yakni untuk mendorong pertanian bahan pokok selain beras. Selama ini, anjuran pemerintah agar kita (masyarakat Indonesia) melakukan diversifikasi bahan makanan pokok sudah dilakukan dalam berbagai cara, mulai dari himbauan formal hingga promosi di media massa. Namun, memang kita (masyarakat Indonesia) sudah terlalu senang mengkonsumsi beras, sehingga pilihan konspirasi ini pun dilaksanakan agar Revolusi Mental dapat terjadi dalam konsumsi bahan pokok, selain beras.

Beberapa indikasi untuk beberapa hari ke depan, jika memang kemungkinan konspirasi pemerintah ini benar, adalah sebagai berikut :

  • Pemerintah tidak akan bergerak secara cepat untuk menarik peredaran beras di pasaran, untuk memastikan isu tersebar secara menyeluruh. Dengan memperpanjang masa penelitian 'laboratorium yang dipercaya pemerintah'.
  • Beberapa bulan yang lalu, pernah ditemukan bahwa apel hijau, terbukti memiliki kemungkinan menyebarkan bakteri berbahaya, dan kemudian langsung diadakan sidak dan penarikan komoditas dari pasaran. Dan bisa jadi tidak semua apel memiliki bakteri berbahaya, tapi semua dipukul rata, semua apel hijau impor, ditarik dari pasaran.
  • Beras... Jika memang terbukti berbahaya, seharusnya semua juga ditarik dari pasaran. Karena sulitnya, membedakan antara beras asli dan beras sintetik. Kalaupun bisa dikenali karena sudah dioplos/ dicampurkan maka pemisahan antara beras asli dan beras sintetik harus dilakukan dengan mengecek satu per satu bulir beras. Atau bisa juga ditarik, dengan dalih perlindungan terhadap seluruh masyakat Indonesia.
  • Beras yang sudah ditarik dari pasaran. Kemudian diteliti melalui laboratorium semua beras yang beredar di masyarakat. Sehingga beras benar - benar akan hilang dari pasaran, dan masyarakat akan beralih mengkonsumsi bahan pokok lainnya.

Konspirasi ini berdampak positif kok. Jadi yuk lah, makan selain beras, soalnya berasnya sekarang udah kecampur sama beras sintetik.

Open for discussion.

Pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_persekongkolan

Sumber gambar :
http://images1.rri.co.id/thumbs/berita_167417_800x600_beras_sintetis.jpg

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar. Jangan lupa follow blog ini :)

About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger