Geodesi dan Geomatika

/ Minggu, 30 September 2012 /

Hei hei hei semua... Ada satu pertanyaan yang sering muncul di benak saya saat masuk ke jurusan, mungkin pertanyaan ini juga merupakan pertanyaan pembaca sekalian. Pertanyaannya : "Kenapa sih nama Prodi di ITB Teknik Geodesi dan Geomatika ? Kenapa nggak Geodesi aja kayak di UGM, atau Geomatika aja kayak di ITS ?

Usut punya usut, setelah bertanya kesana kemari. Akhirnya kutemukan juga jawabannya. Jadi pada awalnya nama Prodinya adalah "Teknik Geodesi" saja. Dari pertama kali berdiri di tahun 1950an sampai akhir tahun 1980an. Pada saat itu keilmuan Geodesi di ITB banyak bergerak di bidang Fisika Kebumian, seperti penentuan posisi berdasarkan gaya berat bumi, dll. Selain itu, karena peralatan saat itu masih belum secanggih sekarang, maka Geodesi saat itu masih berkutat di bidang pengukuran bumi, dan penyajiannya pada peta 2D secara manual.

For Your Information. Dulu ilmu Geodesi sulit untuk berkembang, hal ini dikarenakan sebelum tahun 1990 teknologi belum secanggih sekarang. Bahkan saat itu, di ITB saja (sebagai Institut Teknologi yang terdepan), hanya mempunyai 1 laboratorium komputer, dimana para mahasiswa harus mengantri untuk dapat menggunakannya. Wuiih bisa dibayangin gimana 'jadul'nya teknologi pada waktu itu. Tapi, mulai tahun 1990-an, komputer sudah semakin mudah didapat dan semakin terjangkau untuk dibeli. maka saat itulah "Geomatika = Geo - Informatika" mulai tercipta. Geomatika sendiri merupakan ilmu yang berkecimpung dalam pemanfaatan data spasial, khususnya yang sudah berbentuk digital untuk disusun dan dianalisis sehingga memunculkan informasi yang baru. Hingga saat ini, informasi spasial bisa dibilang suatu kebutuhan umat manusia. Seiring kecanggihan teknologi, informasi spasial dapat tersaji dengan sangat baik dan dinikmati masyarakat luas, seperti Google Earth, Nokia Maps dll.

Kembali ke topik. Jadi dengan adanya kemajuan teknologi, ilmu geodesi menjadi semakin berkembang dalam hal penyajian data spasialnya. Oleh karenanya, nama Prodi di ITB ditambahkanlah dengan Geomatika dibelakang Geodesi. Nama geodesi sendiri tetap dipertahankan, dengan alasan agar sejarah Geodesi  di ITB tetap ada. Selain itu, Geomatika hanyalah ilmu pengembangan dari Geodesi, sehingga ilmu dasarnya untuk menghasilkan dan memproduksi informasi spasial tidak patut dihilangkan. Nah, Karena hal - hal di atas terciptalah Prodi Teknik Geodesi dan Geomatika di ITB.

Silahkan berkomentar jika masih ada yang belum jelas. Anak Geodesi nggak mau pelit bagi ilmu kok :)

Nggak Terasa Kepala 2 Menanti di Depan Mata

/ Kamis, 27 September 2012 /
Hemh hei guys...
Pernah nggak kalian membayangkan dan sedikit berpikir tentang satu hal yang segera akan terjadi dalam hidup ini...
Yaitu tentang datang hari di mana umur kita telah berkepala "2"...

Bagi saya sendiri hari itu akan menjadi sangat spesial (paling spesial dalam sejarah ulang tahun saya, selain ulang tahun ke 17 tentunya, hehe). 
Kepala dua dalam umur membuat saya tersadar kalau berbagai beban kehidupan akan segera saya tanggung. 
Umur dengan kepala 2 adalah tempat kita berkarya, menyongsong hari tua. 
Tempat kita menabung, agar kita menjadi beruntung. 
Tempat kita menempa diri, agar siap menghadapi masa depan nanti.
Umur dengan kepala 2, adalah waktu yang begitu menentukan untuk masa depan nanti.

Apapun itu...
Saya harap di usia ke 20 nanti, saya sudah punya beberapa pencapaian dalam hidup. Dan saya berharap pencapaian itu, bukanlah pencapaian 'semu'. Melainkan, sebuah pencapaian yang akan membuat saya satu langkah lebih dekat dengan mimpi - mimpi nan tinggi itu.

Karakter orang itu macem - macem ya

/ Kamis, 28 Juni 2012 /
Orang - orang diciptakan dengan ciri khas masing - masing. Pasti terdapat perbedaan antar satu dengan yang lainnya. Salahsatu yang membedakan kita dengan yang lain adalah karakter. Karakter bisa digambarkan sebagai sifat manusia pada umumnya dimana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri.

Siapa Teman Sejatimu ?

/ Senin, 21 Mei 2012 /
Teman... Sahabat... Karib... Soulmate...
Apapun namanya siapa yang kau anggap sebagai :
Teman Sejati ?
Sahabat Sejati ?
Jawab : Mungkin pacar mu
atau orang terdekat mu...

Tapi bagiku...
Teman Sejatiku... Sahabat Sejatiku... adalah
Orang tuaku, terlebih lagi Ibuku...

Ibu
Beliau selalu menanti, kabarku...
Beliau senantiasa menanti dering SMS, atau mungkin telpon dari anaknya ini yang sedang merantau jauh sekali...
Beliau selalu mendukung diri ini, sebesar apapun kesalahan yang telah kuperbuat...
Beliau memberikan dukungan, saran yang membangun saat kubutuhkan...
Beliau adalah pelita di kala gelap melingkupi...
Beliau adalah segala...

Terimakasih ibu...
Engkau lah satu satunya alasan Kenapa tubuh ini masih mampu berdiri.
Jiwa ini selalu bersemangat menerjang kerikil-kerikil hidup
Terimakasih

Penjurusan yang melelahkan

/ Kamis, 17 Mei 2012 /
Setahun sudah aku melalui jalan pendidikan yang aku pilih sendiri di Intitut Terbaik Bangsa (ITB) dalam Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB). Seluruh tenaga dan upaya telah aku kerahkan untuk bisa tembus ke salah satu jurusan favorit di fakultas ku. Ya "Teknik Geologi" ITB.

Jujur aku ingin sekali masuk ke jurusan ini. Hal ini dikarenakan banyak hal, aku sudah pernah mempelajari tentang Geologi sebelumnya di SMA, dan alhamdulillah, pencapaian ku di bidang ini tidak tanggung-tanggung Medali Emas Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian berhasil aku dapatkan. Aku memang sangat mencintai ilmu ini, aku juga merasa ilmu ini adalah harta karun yang telah aku temukan untuk meniti karir di masa depan. Ya passion ku ada di Ilmu Geologi. Aku suka menghapal dan mengkhayal apa yang telah aku baca, itulah inti ilmu Geologi yang telah aku pelajari di SMA dulu. Bahkan salah seorang abang di sekolahku pernah bilang,"Aku senang bertanya padamu tentang ilmu Geologi, saat kau menjawabnya matamu berkaca-kaca serasa bicara kepadaku". Itu kata abang ku. 

Tapi apa mau dikata...
Jalan menuju jurusan itu sungguh penuh liku dan kerikil penghambat yang ternyata tak dapat kutembus selama setahun ini. Tapi di sini aku menyadari bahwa tak ada sesuatu yang sia-sia. Ada yang bilang,"Wah kamu nggak masuk ke Teknik Geologi nih ka, berarti sia-sia donk kamu belajar 3 tahun di SMA dulu". Humh... Saya tegaskan, bahwa tidak ada yang sia-sia dalam hidup. Anggap saja saya belajar Ilmu Geologi itu untuk meraih prestasi tertinggi saya dalam OSN, dan sekarang saya harus belajar lagi untuk hal yang lain yang lebih besar yaitu MASA DEPAN. Entah apa yang ada di depan nanti? Tapi saya percaya Tuhan memiliki rencana yang lebih HEBAT dan TEPAT nantinya. Bukan saatnya meratapi kegagalan, saya merasa diri saya sekarang telah naik satu tangga menuju yang lebih baik karena kegagalan ini.

Saya kembali teringat memory ketika saya menjalani masa sulit dalam rangkaian Olimpiade Sains Nasional. Mungkin tak banyak yang memiliki cerita seperti saya. Semua orang menyangka bahwa peraih medali di OSN adalah "Orang Jenius" dengan IQ di atas rata-rata. Hal itu tidak salah, hal itu benar untuk sebagian orang. Sayangnya... tidak berlaku untuk saya. Ijinkan saya bercerita, di masa di mana anak SMA yang jauh merantau dari rumah, tiba di suatu SMA berasrama bernama Taruna Nusantara. Satu harapan yang selalu menggelora di dada "Saya ingin melihat orang tua saya tersenyum, ketika saya pulang dari perantauan". Walaupun setahun 3 kali saya pulang saya ingin hal itu selalu terjadi. Akhirnya untuk mencapainya, saya belajar dan bertanya lewat jalan mana saya bisa merealisasikannya. Dan saya menemukan Ilmu Geologi sabagai gerbang saya membuat orang tua saya tersenyum. Saya bukan orang jenius, tapi banyak orang bilang saya orang rajin. Saya belajar tentang ilmu ini. Karena kecintaan saya, saya diberikan kesempatan untuk melaju hingga tingkat Nasional di kelas 1 SMA, saya benar-benar tidak menyangka bisa mengungguli abang dan kakak yang telah belajar lebih dulu 1 tahun lamanya. Saya sangat gembira di saat itu. Tapi... Tuhan berkehendak lain. Di tahap ini saya belum berhasil meraih medali yang saya harapkan untuk saya bawa pulang untuk ibu dan ayah saya. Kegagalan ini sangat memukul saya. Saya tak pernah merasakan kegagalan sepahit ini. Saya meronta, menyesal, menangis sejadi-jadinya. Saya kembali belajar, tanpa kenal lelah di kelas 2. Karena saya mencintai Ilmu ini, hingga semua itu tak ada rasanya. Saya tak mau gagal untuk kedua kalinya. Dan akhirnya saya tahu Allah memiliki rencana yang begitu sempurna dan indah jika kita tak mengalah pada kegagalan. Saya berhasil meraih medali itu untuk orang tua saya di kesempatan kedua. Saya bahagia, karena berhasil memberikan medali itu, membuat orang tua saya tersenyum dan sekarang medali itu terpampang gagah dalam pigura di sudut rumah saya.

Allah memiliki rencana yang begitu sempurna dan indah jika kita tak mengalah pada kegagalan

Bertolak dari itu, saya ingin memaknai kegagalan masuk ke Teknik Geologi seperti itu. Saya yakin Tuhan punya rahasia lain untuk masa depan saya. Saya ingin mencatat ini dalam sejarah hidup saya. Saya tidak ingin menyerah lagi, saya tidak ingin terpuruk lagi, saya ingin kembali meraih Emas-Emas yang lain di masa depan nanti. Semoga semangat ini terus mengelora hingga nanti, suatu saat di masa ketika senyum orang tua mengembang untuk saya kembali.

Ide untuk Indonesia

/ Jumat, 04 Mei 2012 /

Sekilas terbersit dipikiran ini bagaimana ya supaya Indonesia bisa dikenal oleh seluruh masyarakat dunia?
Hemh... mudah saja sebenarnya, jika satu orang di Indonesia memiliki satu tulisan di Internet saya rasa dunia juga akan tahu, karena saat mereka mencari satu kata lewat mesin pencari, beberapa persen laman yang ditemukan adalah milik orang Indonesia. Pasti dunia akan melirik Indonesia.

Hemh... mudah saja sebenarnya, jika satu orang di Indonesia mengirimkan satu tangkai bunga ke orang lain di belahan bumi lain, siapapun itu. Pasti dunia akan melirik Indonesia.

Hemh... mudah saja sebenarnya, jika kita sadar bahwa potensi kita sangat lah besar, sebagai bangsa yang besar. Pasti dunia akan melirik Indonesia.

Ada orang bilang... Indonesia negeri yang memiliki Keanekaragaman terbesar di dunia. Ya udah buat saja Kebun binatang terbesar, tercanggih dan terlengkap di Dunia.

Ada orang bilang... Indonesia negeri yang kaya akan Sumber Daya Alam. Ya udah, STOP ekspor! Kita bangun Indonesia dengan SDA milik kita sendiri.

Ada orang bilang... Indonesia negeri dengan potensi SDM yang besar. Ya udah, STOP pekerja ke luar negeri. Buatlah lapangan pekerjaan sebanyak mungkin di dalam negeri.

Masih banyak lagi... Kamu mau menambahkan? Berikan komentar...

About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger