Perjalanan di bumi Halmahera Utara 30 Juni - 16 Juli 2014

/ Jumat, 18 Juli 2014 /
Ini adalah catatan yang tercipta setelah 16 hari perjalanan ke Halmahera Utara, Maluku Utara
30 Juni - 16 Juli 2014

Persiapan dimulai...
Sebenarnya perjalanan ini bukanlah perjalanan tamasya senang-senang. Tapi merupakan rangkaian untuk menyelesaikan proyek penentuan batas hutan lindung, hutan konversi, hutan produksi terbatas di kawasan Halmahera Utara. Tapi yang namanya melancong ke tempat yang jauh, tidak ada salahnya untuk menyempatkan diri untuk dapat melakukan perjalanan ke tempat-tempat indah di kawasan yang baru kita jelajahi.


Album Kenangan Kemah Kerja 2014, Gn. Masigit Kareumbi

/ Rabu, 04 Juni 2014 /
Sedang di dekat sungai seksi pengukuran 9
Geodebro beraksi


Sedang jalan-jalan ke Dusun Cigumentong

Foto bersama peserta Kemah Kerja 2014

Lulusan SEMPURNA di Kampus Gajah "Technische Hogeschool te Bandoeng"

/ Senin, 02 Juni 2014 /
Tak terasa, sudah akan menginjak tahun ke-empat berkuliah di institut yang katanya terbaik di Indonesia ini. Banyak rintangan yang telah lolos terlalui, banyak ujian yang telah berhasil terlalui. Tapi...
Akan seperti apa sebenarnya lulusan SEMPURNA dari kampus ini ?

Terdapat beberapa pilihan :
  • Apakah yang IPK nya mencapai Cumlaude ?
  • Apakah yang catatan organisasi kemahasiswaannya penuh ?
  • Apakah yang berhasil menjadi Ketua Kabinet KM-ITB ?
  • Apakah yang berhasil hafidz Al Qur'an ?
  • Apakah yang berhasil memiliki usaha sendiri ?

'CINTA pada lingkungan' selama di Kareumbi

/ Minggu, 01 Juni 2014 /

Kemah Kerja Teknik Geodesi dan Geomatika 2014 telah terlaksana dari tanggal 19 Mei - 1 Juni 2014. Gelak tawa, tetes air mata, kesakitan akibat flu, mengigil di malam hari, dan segala rasa yang tercipta selama 2 minggu berada di alam bebas, akan terus terukir manis dalam lembaran memori.

Keilmuan Geodesi dulu, kini, dan nanti

/ Sabtu, 17 Mei 2014 /
Keilmuan Geodesi sesungguhnya bukan keilmuan baru di dunia.

Salahsatu ilmu keteknikan yang dipelajari dari awal adalah Keilmuan Geodesi, hal ini dikarenakan segala perancangan teknik, akan selalu berhubungan dengan Keilmuan Geodesi. Saat seorang designer/engineer akan mengaplikasikan apa yang ada di rancangannya ke keadaan riil di dunia nyata. Hanya Keilmuan Geodesi yang mampu mengkorversi perhitungan-perhitungan desain keteknikan yang begitu teliti dalam software, ke dunia nyata dengan ketelitian yang tidak mengecewakan.


Cara Mengukur Keliling Bumi oleh Erastotenes
(sumber gambar : http://jakatriyana.blogdetik.com/index.php/tag/menghitung-keliling-bumi/)

Sejarah Geodesi di Indonesia

/ /
Sejarah Kelembagaan Pengukuran dan Pemetaan di Indonesia

Pada abad 18 pengetahuan tentang pendalaman pulau jawa sangat kurang, terlebih daerah diluar Jawa. Pada saat pemerintahan Gouverneur General Daendels, diletakan dasar untuk pengukuran di pulau jawa. Pada tahun 1809 diangkat juru-juru ukur yang diambil sumpah untuk mengisi personil dalam organisasi “Biro Zeni” dalam gerakan-gerakan militer. Semua pejabat militer dan sipil mendapat instruksi untuk mengadakan pengukuran dan pemetaan, terutama kepada para perwira Zeni diberi tugas pengukuran dan waterpassing dengan menggunakan peta-peta laut sebagai dasar pembuatan peta.

Setelah selesai peperangan di Jawa (Perang diponegoro tahun 1825-1830) timbul kebutuhan yang meningkat akan kebutuhan data geografi dan peta topografi yang lebih lengkap dari wilayah Hindia Belanda terutama ditujukan untuk pembuatan peta pertahanan Pulau Jawa. Pada awal abad ke-19 di Eropa terdapat anggapan bahwa pekerjaan pengukuran triangulasi harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pekerjaan pemetaan. Anggapan ini baru dianut di Indonesia pada akhir abad ke-19, walaupun antara tahun 1839 hingga tahun 1848 Junghuhn telah membuat triangulasi pertama di Indonesia yang dijadikan dasar untuk pengukuran dan pemetaan di Pulau Jawa. Dari hasil pengukuran yang dilakukan dapat dihasilkan tiga peta dengan skala peta yang bervariasi. Peta-peta buatan Junghuhn tersebut tidak pernah dicetak, sebab disusul oleh pembuatan peta dengan skala 1 : 70 000 oleh Vander Welde tahun 1845, dan peta buatan Leclerq pada tahun 1850 dengan skala peta 1 : 100 000.

About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger