Catatan Perjalanan ke Gunung Cikuray

/ Minggu, 30 Juni 2013 /
Laskar Cikuray yang terdiri dari Aku, Yosandi Calimanto, Daru Setyawan, Max Weber dan Abdul Rahim sudah mulai bersiap - siap berangkat mulai tanggal 25 Juni 2013. Kami menyewa tenda ke Almen, meminjam misting ke KMPA-ITB, ditambah usaha tambal sulam untuk melengkapi spek yang akan kami bawa saat mendaki Gunung Cikuray.

Gunung Cikuray, Hemm... Malam sebelum berangkat kami melihat - lihat blog perjalanan yang telah ditulis oleh teman-teman yang lain, yang sudah pernah mendaki gunung ini sebelumnya. Hasilnya, kami menemukan bahwa perjalanan dari 'peradaban terakhir' hingga ke puncak dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang lebih 8 jam perjalanan. Saat itu kami menganggap perjalanan ini akan berlalu dengan mudah. Oleh karenanya, kami memutuskan untuk berangkat tidak menggunakan angkutan umum, melainkan menggunakan motor sambil melakukan touring dengan 3 motor, dari Bandung - Garut. Berbekal kecanggihan teknologi GPS saat ini dan panduan perjalanan dari beberapa blog, kami memberanikan diri untuk berangkat walaupun belum pernah ke Gunung Cikuray sebelumnya.

Tanggal 26 Juni 2013 pukul 04.30 Kami saling membangunkan satu dengan yang lain agar tidak kesiangan. Kami melakukan persiapan sana - sini hingga akhirnya pukul 06.00 kami sudah siap untuk berangkat. Ditemani dingin pagi itu, kami berangkat. Kami menyusuri jalanan Kota Bandung > Terminal Cicaheum > Cibiru > melewati Kabupaten Bandung Timur hingga masuk ke Kabupaten Garut. Kami tiba di Kabupaten Garut sekitar pukul 09.00. Kami beristirahat sejenak di beberapa tempat, baik untuk sarapan, hingga sekedar melemaskan punggung dan kaki.

Kami pun terus melanjutkan perjalanan, hingga merasa kebingungan saat sudah masuk ke Kota Garut. Kebingungan kami tidak beralasan, jalan - jalan di Kota ini saling tumpang tindih, banyak yang searah dan ada banyak percabangan yang tidak genap jumlahnya. Kami akhirnya memutuskan untuk bertanya ke warga sekitar. Bapak itu memberikan saran agar kami mengikuti sebuah angkot berwarna Putih-Abu. Kata si bapak, angkot ini akan langsung menuntun kami sampai di Cilawu. Cilawu adalah tempat dengan peradaban terakhir yang paling dekat dengan puncak Gunung Cikuray.

Kami mengikuti angkot tersebut, namun setelah beberapa saat kami kehilangan jejak dari si angkot, karena Daru mengambil inisiatif untuk mendahului si angkot. Kami kembali bertanya ke warga sekitar. Saat kami bertanya ini, tiba - tiba datang seseorang berkaos krem dengan celana pendek dengan motor matik-nya menghampiri kami yang sedang kebingungan. Si mas-mas ini ternyata sangat baik, hingga mau mengantarkan kami untuk dapat menemukan jalur si angkot Putih-Abu yang tadi. Akhirnya kami diantarkan Si mas-mas ini sampai di jalur yang seharusnya kami lalui. Dia juga menjelaskan rute yang nantinya kami lalui di akhir perjumpaan. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan mengikuti angkot Putih-Abu hingga ke Cilawu.

Pukul 11.00 Kami sampai di Pos Ojek Cilawu yang merupakan tempat si angkot Putih-Abu berbalik arah juga. Menurut blog yang kami baca di malam sebelumnya, terdapat beberapa alternatif untuk bisa sampai di Taman Pemancar, yakni :
  1. Jalan Kaki, perjalanan dengan pilihan ini akan memakan waktu hingga 2 jam lamanya. Kelebihan : Dapat menghemat biaya. Kekurangan : Tenaga akan habis duluan sebelum naik Gunung Cikuray. Pilihan ini, tepat diambil jika teman - teman sekalian memiliki rencana untuk menginap terlebih dahulu di Taman Pemancar dan baru naik keesokan harinya. Sehingga tenaga dapat kembali saat bermalam di sana. Tapi jika teman - teman berencana langsung mendaki di hari yang sama, maka saya sarankan untuk tidak memilih pilihan ini.
  2. Naik Ojek. perjalanan dengan pilihan ini akan memakan waktu hingga 45 menit lamanya. Kelebihan : Dapat menghemat waktu dan tenaga. Kekurangan : Pengeluaran menjadi bertambah untuk ongkos, sekitar Rp 40.000,00 / orang. Pilihan ini, tepat diambil jika teman-teman berencana naik ke puncak pada hari itu juga. Karena waktu dan tenaga cukup berharga untuk dihemat selama pendakian.
Karena kami menggunakan motor sendiri, segala kelebihan dari kedua pilihan di atas dapat diambil yaitu hemat biaya, hemat waktu dan hemat tenaga. Hahaha. Di tengah perjalan, sebelum memasuki Kebun Teh, terdapat Pos Penjagaan yang fungsinya sebagai tempat pendaftaran. Di sini kita menuliskan nama, dan nomor HP serta membayar uang iuran masing - masing Rp 3.000,00 / orang. Di Pos ini kami beristirahat sejenak setelah lelah melakukan touring Bandung-Garut.


Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju ke Taman Pemancar. Pukul 11.45 Kami sampai di Taman Pemancar. Di sini kami makan siang dengan Mie Instan ditemani gorengan, sholat dan istirahat sejenak. Pukul 12.30 kami berangkat melanjutkan perjalanan menuju Puncak Gunung Cikuray.

Secara keseluruhan track hiking Gunung Cikuray merupakan track yang curam dengan kemiringan lebih dari 45 derajat, karena jalan yang dipilih tidak memutari gunung, melainkan langsung menuju ke puncak. Tidak pernah ada turunan selama perjalanan ke Puncak. Hutan yang dilalui cukup lebat sehingga pendaki dapat berpegangan pada akar pepohonanan. Tutupan kanopi hutan yang cukup rapat, membuat pendaki tidak akan pernah melihat pemandangan apapun selama perjalanan. Gunung Cikuray merupakan gunung yang sudah tidak aktif lagi, sehingga medan yang dilalui pendaki adalah medan tanah gembur, kadang lempungan, sehingga cukup licin jika hujan datang. Nantinya akan terdapat 7 Pos yang dilalui pendaki sebelum mencapai puncak Gunung Cikuray. Berikut review perjalanannya :

Taman Pemancar - POS 1
Perjalanan dari pukul 12.30 s/d 13.30 atau 60 menit. Dari awal perjalanan, pendaki akan disambut dengan track yang memiliki kemiringan sekitar 45 derajat melewati perkebunan teh. Lalu, pendaki akan melewati sedikit padang rumput, untuk selanjutnya masuk ke hutan. Track hutan di tahap awal ini, tidak begitu curam kemiringannya, tapi masih tetap naik. Pos 1 sendiri hanya merupakan tempat datar yang sempit sekitar 2x4 m.

POS 1 - POS 2
Perjalanan dari pukul 13.30 s/d 14.15 atau 45 menit. Track yang akan dilalui adalah jalan curam dengan tutupan pepohonan yang cukup rimbun. Nothing special... Pos 2 juga merupakan tempat yang sempit, tidak jauh berbeda dengan Pos 1.

POS 2 - POS 3
Perjalanan dari pukul 14.15 s/d 15.15 atau 60 menit. Track yang akan dilalui adalah jalan curam dengan tutupan pepohonan yang cukup rimbun. Nothing special... Pos 3 memiliki area datar yang cukup luas, sekitar 5x10 m. Sehingga memungkinkan untuk didirikan beberapa tenda di pos ini.

POS 3 - POS 4
Perjalanan dari pukul 15.15 s/d 15.30 atau 15 menit. Track antara kedua pos ini lebih terjal dibanding dari pos-pos yang lain. Oleh karenanya, menurut saya disarankan untuk tidak terlalu sering beristirahat diantara kedua pos ini, karena waktu perjalanan dapat sangat panjang hingga 60 menit. Dalam perjalanan kami kemarin, kami hanya beristirahat satu kali di antara kedua pos ini dan ternyata sebenarnya jarak antara kedua pos ini tidak terlalu jauh. Pos 4 juga merupakan tempat yang tidak terlalu besar.

POS 4 - POS 5
Perjalanan dari pukul 15.30 s/d 16.00 atau 30 menit. Track yang akan dilalui adalah jalan curam dengan tutupan pepohonan yang cukup rimbun. Nothing special... Pos 5 juga sempit seperti pos - pos sebelumnya.

POS 5 - POS 6
Perjalanan dari pukul 16.00 s/d 16.30 atau 30 menit. Track yang akan dilalui adalah jalan curam dengan tutupan pepohonan yang cukup rimbun. Nothing special... Pos 6 disebut juga Pos Puncak Bayangan. Kenapa ? Karena pos ini agak terbuka (pepohonan sedikit) dan track pendakian akan berbelok di Pos ini, sehingga saat berjalan dari bawah, kita akan melihat cahaya terang dari celah-celah pohon, seakan-akan Pos ini menyerupai puncak. Pos ini memiliki tempat datar yang paling luas dari pos - pos yang lain. Ukurannya sekitar 5x15m.

POS 6 - POS 7
Perjalanan dari pukul 16.30 s/d/ 17.00 atau 30 menit. Dalam perjalanan antara kedua pos ini akan ditemui banyak sekali tempat-tempat datar untuk istirahat dan bisa juga untuk mendirikan tenda 1-2 tenda.

POS 7 - PUNCAK
Perjalanan dari pukul 17.00 s/d 18.00 atau 60 menit. Sebenarnya jarak antara kedua tempat ini tidak terlalu jauh. Namun, karena tenaga sudah cukup terkuras selama perjalanan sebelumnya. Maka perjalan ini menjadi berlalu bergitu lama. Beberapa catatan blog lain, yang bermalam di pos 7 dan melanjutkan perjalanan ke Puncak. Hanya akan menghabiskan waktu 15-30 menit.

Puncak Gunung Cikuray.
Puncak memiliki daerah yang cukup luas untuk menampung beberapa tenda. Sekitar 8 tenda dapat berdiri di Puncak Cikuray. Keadaan Puncak Cikuray cukup kotor dengan timpukan sampah di sana-sini. Diperlukan kesadaran dari para pendaki untuk tidak meninggalkan barang apapun di alam. Pemandangan dari Puncak Cikuray begitu indah di malam hari, karena kita dapat melihat kerlip lampu dari Kota Garut dan sekitarnya dari atas. Matahari Terbit dapat terlihat dari puncak gunung ini jika teman-teman beruntung (tidak tertutup awan). Pemandangan pagi di puncak gunung ini, tidak kalah menarik. Jika cuaca mendukung maka teman-teman akan dapat melihat bibir pantai Selatan Kota Garut, melihat gunung - gunung lain di sekitar gunung Cikuray, dan melihat hamparan perkebunan teh dari atas.






Itulah catatan perjalanan ke Gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat. Semoga membantu perjalanan teman-teman.

2 comments:

{ Unknown } on: 10 September 2014 pukul 01.53 mengatakan...

ada tempat penitipan motornya gan,,

{ Admin } on: 16 September 2014 pukul 19.50 mengatakan...

Ada penitipan sepeda motor di Pos awal (Taman Tower)

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar. Jangan lupa follow blog ini :)

About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger