Minum Air, Legakan Haus Pengalaman di Masa Muda

/ Minggu, 08 Maret 2015 /
Kalau tidak salah di tingkat 2 saya pernah mendengar sebuah quote langsung dari Bapak Dahlan Iskan dalam sebuah seminar di Aula Barat ITB, seperti ini :

http://www.matriks-uny.com/2014/05/06/habiskan-jatah-gagalmu/

Saat ini kondisinya saya sedang berada di tingkat 4, semester 8. Saat dimana, ambang pintu keluar dari masa mahasiswa sudah di depan mata. Selangkah lagi, tinggal menghitung beberapa bulan lagi, toga InsyaAllah sudah melekat di raga. Tapi... Keraguan masih terus muncul dalam bayangan masa depan. Sebuah pertanyaan kemudian muncul,"Apakah jatah gagal saya sudah habis, hingga saya sudah mampu untuk berdikari dengan memasuki masa profesional sebentar lagi ?"

Keluarga BOSCHA 2015 (Bandung Open Data Summit and Challenge)

/ Minggu, 01 Maret 2015 /

"Kota Bandung akan menjadi bagian dari 112 kota lain di dunia yang menyelenggarakan rangkaian acara data terbuka internasional. Kota Bandung sendiri akan mengadakan Bandung Open Data Summit and Challenge yang akan dihadiri peserta dari kementerian/lembaga, komunitas, akademisi, pelaku bisnis, developer IT, pegiat informasi dan telekomunikasi, serta masyarakat umum." - Pandu Kartika Putra, Founder Komunitas Code For Bandung

Sebuah kehormatan untuk dapat bergabung dengan kepanitian di luar kampus seperti kegiatan BOSCHA. Kesempatan untuk menghirup dan berpartisipasi dalam atmosfer di luar kampus membuka mata, bahwa banyak masalah yang dapat diselesaikan, dengan cara yang berbeda. Proses dan event organizer management yang cukup berbeda dengan proses yang dilakukan di dalam lingkungan mahasiswa di dalam kampus. Berinteraksi langsung dengan para expert, profesional, dan ahli di bidangnya masing-masing merupakan kesempatan berharga.

Semoga aplikasi IT yang dihasilkan dalam kompetisi ini dapat benar-benar diaplikasikan di Bandung. Untuk Kota Bandung yang lebih modern, efektif, dan terbuka.


Fenomena Partai Politik di Indonesia

/ Minggu, 22 Februari 2015 /

Usia saya sudah 22 tahun sekarang.
Sudah saatnya saya menentukan apa itu baik dan apa itu buruk. 20 tahun bukan waktu yang sebentar untuk hidup, untuk terjatuh kemudian berdiri lagi, untuk gagal kemudian berhasil. 20 tahun juga bukan waktu yang sudah dirasa cukup mencicipi apa manis pahit asin dan getirnya rasa untuk hidup.

Sebuah pilihan untuk bergabung dalam sebuah organisasi politik pun muncul. Selayaknya organisasi yang sudah mapan hingga bahkan ada yang sudah lebih tua dari umur saya, pasti memiliki garis pembelajaran hingga terus mampu melakukan regenerasi sehat. Saya kemudian melakukan observasi kecil dengan membuka beberapa website partai politik. Beberapa website partai besar sudah saya buka, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Nasional Demokrat tak luput dari observasi kecil-kecilan ini. Beberapa hal membuat saya bingung, namun kemudian membuat saya sadar.

Dari observasi kecil ini, saya menemukan bahwa terdapat beberapa benang merah yang merupakan kesamaan antar satu partai dengan partai yang lainnya. Kesamaan ini bahkan sampai pada tataran ide, visi, misi dan tujuan partai, dimana rerata semua mengedepankan demokrasi dan ingin mewujudkan kemakmuran rakyat. Di sisi lain, ada pula yang menjunjung nilai agama sebagai dasar berorganisasi dalam partai. Namun, kemudian pertanyaan muncul, jika memang terdapat kesamaan dasar berdirinya partai-partai tersebut, mengapa mereka tidak bergabung menjadi sebuah partai besar bersama ? Bukankah hal tersebut akan lebih baik, lebih efektif dan efisien ?

Kemanusiaan, Jembatan Peradaban, dan Lingkungan Hidup

/ Selasa, 16 September 2014 /
Kemanusiaan, humanisme merupakan kata-kata yang sering dipakai untuk mewakili sifat manusia yang benar - benar masih berjiwa dan berhati sebagai manusia. Manusia yang berjiwa dan berhati manusia, memiliki pandangan lebih dalam, terhadap hubungan antar manusia, dan hubungan antara manusia dan alam.

Lalu... Apakah sebagian besar manusia sudah tidak memiliki sifat dasar kemanusiaan-humanisme ?

Dalam sebuah acara talkshow di televisi yang menayangkan wawancara dengan penggiat di bidang lingkungan, saya kembali disadarkan bahwa manusia saat ini sudah mengalami Jembatan Peradaban.

Uraian Jembatan Peradaban secara Singkat
Mari kembali berimaji untuk kembali ke jaman, dimana saat itu manusia begitu tergantung pada hasil - hasil alam. Makan, minum, perlindungan, sandang, semuanya dipenuhi oleh alam. Namun di sisi lain, manusia juga berusaha bertahan dari ganasnya alam liar.

http://mentawaitourism.com/wp-content/uploads/2013/12/sabirut.jpg

Pemilu 2014 dan Menyongsong Hari Kemerdekaan 2014

/ Jumat, 15 Agustus 2014 /

Prabowo Subianto calon 1 Pemimpin yang tumbuh dari lingkungan militer
Joko Widodo calon 2 Pemimpin yang tumbuh dari rakyat

Dua tokoh yang istimewa, lewat caranya,
Dua tokoh yang terbaik, dengan caranya,
Dua tokoh petarung yang siap legawa menerima mandat rakyat

Jika memang tak menerima mandat rakyat untuk memimpin bangsa
Berarti rakyat memberikan mandat untuk kembali, memberikan yang terbaik dengan cara seperti sebelumnya

Ketika Pemilu Indonesia Penuh Teka-Teki

/ Sabtu, 19 Juli 2014 /
Saat ini, bangsa ini sedang berpesta demokrasi
Gembira dalam pesta, harapan semua
Larut dalam perbedaan, menuju persatuan
Tak ada usaha saling menjatuhkan,
Tak ada sogok-menyogok,
Tak ada manipulasi suara,
Segala sikap harus kesatria,
Semoga semua bukan hanya fatamorgana semata

About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger