Fenomena Partai Politik di Indonesia

/ Minggu, 22 Februari 2015 /

Usia saya sudah 22 tahun sekarang.
Sudah saatnya saya menentukan apa itu baik dan apa itu buruk. 20 tahun bukan waktu yang sebentar untuk hidup, untuk terjatuh kemudian berdiri lagi, untuk gagal kemudian berhasil. 20 tahun juga bukan waktu yang sudah dirasa cukup mencicipi apa manis pahit asin dan getirnya rasa untuk hidup.

Sebuah pilihan untuk bergabung dalam sebuah organisasi politik pun muncul. Selayaknya organisasi yang sudah mapan hingga bahkan ada yang sudah lebih tua dari umur saya, pasti memiliki garis pembelajaran hingga terus mampu melakukan regenerasi sehat. Saya kemudian melakukan observasi kecil dengan membuka beberapa website partai politik. Beberapa website partai besar sudah saya buka, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Nasional Demokrat tak luput dari observasi kecil-kecilan ini. Beberapa hal membuat saya bingung, namun kemudian membuat saya sadar.

Dari observasi kecil ini, saya menemukan bahwa terdapat beberapa benang merah yang merupakan kesamaan antar satu partai dengan partai yang lainnya. Kesamaan ini bahkan sampai pada tataran ide, visi, misi dan tujuan partai, dimana rerata semua mengedepankan demokrasi dan ingin mewujudkan kemakmuran rakyat. Di sisi lain, ada pula yang menjunjung nilai agama sebagai dasar berorganisasi dalam partai. Namun, kemudian pertanyaan muncul, jika memang terdapat kesamaan dasar berdirinya partai-partai tersebut, mengapa mereka tidak bergabung menjadi sebuah partai besar bersama ? Bukankah hal tersebut akan lebih baik, lebih efektif dan efisien ?

Kemanusiaan, Jembatan Peradaban, dan Lingkungan Hidup

/ Selasa, 16 September 2014 /
Kemanusiaan, humanisme merupakan kata-kata yang sering dipakai untuk mewakili sifat manusia yang benar - benar masih berjiwa dan berhati sebagai manusia. Manusia yang berjiwa dan berhati manusia, memiliki pandangan lebih dalam, terhadap hubungan antar manusia, dan hubungan antara manusia dan alam.

Lalu... Apakah sebagian besar manusia sudah tidak memiliki sifat dasar kemanusiaan-humanisme ?

Dalam sebuah acara talkshow di televisi yang menayangkan wawancara dengan penggiat di bidang lingkungan, saya kembali disadarkan bahwa manusia saat ini sudah mengalami Jembatan Peradaban.

Uraian Jembatan Peradaban secara Singkat
Mari kembali berimaji untuk kembali ke jaman, dimana saat itu manusia begitu tergantung pada hasil - hasil alam. Makan, minum, perlindungan, sandang, semuanya dipenuhi oleh alam. Namun di sisi lain, manusia juga berusaha bertahan dari ganasnya alam liar.

http://mentawaitourism.com/wp-content/uploads/2013/12/sabirut.jpg

Pemilu 2014 dan Menyongsong Hari Kemerdekaan 2014

/ Jumat, 15 Agustus 2014 /

Prabowo Subianto calon 1 Pemimpin yang tumbuh dari lingkungan militer
Joko Widodo calon 2 Pemimpin yang tumbuh dari rakyat

Dua tokoh yang istimewa, lewat caranya,
Dua tokoh yang terbaik, dengan caranya,
Dua tokoh petarung yang siap legawa menerima mandat rakyat

Jika memang tak menerima mandat rakyat untuk memimpin bangsa
Berarti rakyat memberikan mandat untuk kembali, memberikan yang terbaik dengan cara seperti sebelumnya

Ketika Pemilu Indonesia Penuh Teka-Teki

/ Sabtu, 19 Juli 2014 /
Saat ini, bangsa ini sedang berpesta demokrasi
Gembira dalam pesta, harapan semua
Larut dalam perbedaan, menuju persatuan
Tak ada usaha saling menjatuhkan,
Tak ada sogok-menyogok,
Tak ada manipulasi suara,
Segala sikap harus kesatria,
Semoga semua bukan hanya fatamorgana semata

Hari-Hari Saat di Halmahera Utara

/ Jumat, 18 Juli 2014 /


Sesederhana menjawab pertanyaan, Bagaimana keluarga saya hari ini bisa makan ?
Jika perut kenyang, maka senyum akan terkembang.

Jauh dari pemikiran politik, fashion, sains, ilmu, apalagi rasa stress akibat galau dan lain lain dan lain lain.

Ada bintang yang mampu memberikan terangnya di kegelapan malam.
Tapi tak banyak orang yang berpikir out of the box seperti itu, dia yang mau memantapkan niat untuk menuntut ilmu lebih banyak. Hingga sampai Ternate atau bahkan Makasar. Aku bahkan bertemu dengan orang yang harus mengubur keinginannya mengambil S2 (magister) di Unpad, Bandung karena tidak lolos tes masuk.



Sebagian besar orang di kampung ini, tamatan SMP. Karena memang sekolah yang tersedia di sini cuma sampai SMP. Itupun satu gedung, untuk SD di pagi hari, baru dipakai SMP di siang harinya. Gedung SMA baru ada di desa sebelah yang tidak dekat jaraknya. Belum lagi transportasi penghubung yang minim. cuma ada 1 bus DAMRI rapuh yang keluar dari desa ini pagi-pagi pukul 7 pagi.


Orang pesisir banyak yang tanam pohon aren, untuk membuat gula merah. Orang gunung banyak yang tanam pohon kelapa untuk dijual dalam bentuk kopra. Ada juga yang menanam buah nanas, kenari, coklat sebagai tanaman antara saja.


Harga - harga tidak murah. Semua harga di sini + 2000-5000 rupiah jika dibandingkan head to head dengan di Jawa. Itu juga yang membuat harga jual tanaman produk juga akan mahal. Mungkin beras dari petani disini bisa dijual 8000, tapi tak tahu juga, karena tak kutemukan sawah tanam padi di desa ini.

Desa ini punya pantai yang indah, walapun pasirnya berwarna hitam. Tapi terlihat pulau-pulau kecil di kejauhan, semenanjung di ujung bagian kanan, dan arah matahari terbenam di ujung bagian kiri, disempurnakan dengan tinggi bukit hijau menjulang menantang di belakang pantai. Mantap...




Ada yang bilang "Rumput milik tetangga, akan terlihat lebih hijau, daripada rumput rumah sendiri." hanya anggapan semata. Tapi jangan-jangan memang rumputnya lebih hijau.
Mari ucap puji atas segala yang diberikan oleh-Nya dan memaksimalkan segala anugerah-Nya.

Oleh :
Andrean Eka Lucianto

Perjalanan di bumi Halmahera Utara 30 Juni - 16 Juli 2014

/ /
Ini adalah catatan yang tercipta setelah 16 hari perjalanan ke Halmahera Utara, Maluku Utara
30 Juni - 16 Juli 2014

Persiapan dimulai...
Sebenarnya perjalanan ini bukanlah perjalanan tamasya senang-senang. Tapi merupakan rangkaian untuk menyelesaikan proyek penentuan batas hutan lindung, hutan konversi, hutan produksi terbatas di kawasan Halmahera Utara. Tapi yang namanya melancong ke tempat yang jauh, tidak ada salahnya untuk menyempatkan diri untuk dapat melakukan perjalanan ke tempat-tempat indah di kawasan yang baru kita jelajahi.


About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger