Jadilah Pahlawan Tak Terlihat, dengan Menjadi Ekonom Hebat !

/ Kamis, 16 Januari 2014 /
Melihat kemungkinan runtuhnya dunia, karena sebab ringkihnya sistem ekonomi dunia saat ini. Sadar bahwa sistem ekonomi dunia saat ini dapat runtuh dengan sebuah rekayasa cerdas, di balik layar, para pemilik modal besar di dunia. Film Jack Ryan : Shadow Recruit, membuka mata bahwa perang dingin Amerika dan Rusia memang tidak akan pernah berakhir. Sudah usai dengan pergulatan angkat senjata, sekarang saatnya invisible war lewat adu cerdik melakukan rekayasa. Ya… berbagai macam rekayasa, rekayasa yang sudah tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam bidang – bidang yang terpisah. Tapi merupakan suatu kesatuan rekayasa universal, menggunakan segala lini kehidupan yang bisa dimanfaatkan. Film ini menggambarkan bahwa rekayasa ekonomi dalam skala besar tidak akan pernah berhasil, tanpa adanya rekayasa keamanan, hingga membuat kecemasan psikologis yang berdampak tak hanya untuk beberapa orang, satu Negara, tapi berdampak untuk umat seluruh dunia. Kelaparan, kemiskinan, antrian mendapatkan makanan, menghantui dunia jika sebuah rekayasa intelektual benar – benar berhasil terjadi di bumi tercinta ini.

Eits… Sayang film ini menurut satu sudut pandang Amerika. Jadi berhati – hatilah…

Tapi sayang… Amerika memang harus selalu menang dalam film. Sehingga Amerika lewat FBI dan CIA miliknya kembali menjadi Huge Hero.

Sayangnya lagi… Lebih besar daripada itu, di dunia nyata, Amerika bisa saja mengalami kekalahan dalam rekayasa sistem ekonomi oleh orang – orang lawan cerdas mereka.

Hemh… Baru sekelumit dari sebuah sistem ekonomi dunia yang saya mengerti. Ketertarikan mempelajari ilmu ini semakin besar. Apa sih yang dilakukan dan dipikirkan sama sarjana dengan bidang ilmu terbanyak negeri ini ? Ya Sarjana Ekonomi… Ilmu ini begitu penting, sebegitu pentingnya karena setiap hari dalam hidup kita, kita pasti membawa sebuah barang kemana pun dan dimana pun. Yaaa… barang itu adalah UANG !

Hingga terdapat pepatah “Dapat dilakukan apapun dengan UANG, dan tidak dapat dilakukan apapun tanpa UANG” !

Yuk belajar ekonomi !

Tahun Baru 2014

/ Selasa, 31 Desember 2013 /
Selamat Tahun Baru 2014 ...
Tahun Baru, semangat baru, mimpi baru, resolusi baru ...


Banyak angan yang memenuhi imajinasi malam ini. Angan atas apa yang ingin dilakukan dan diraih dalam setahun ke depan. Hanya berharap, semoga angan ini tak berakhir menjadi wacana. Perlu dibuat angan yang memiliki penempatan waktu. Walaupun nantinya tidak sesuai penempatannya juga, tapi setidaknya sudah ada proyeksi yang pasti. Hehehe :)

Ya ya ya... Sudahlah.. 
Saat sekarang sudah ada proyeksi yang jelas. Mari menarik napas panjang... Sembari mengumpulkan semangat untuk mewujudkannya, satu tahun ke depan.

Semoga beberapa resolusi kita di tahun 2014 ini tercapai...
Amin...

#Mindnote
#Kemah Kerja
#Akademik
#KerjaPraktek
#Seminar
#KaryaUntukITB
#TemanHidup

Yuk lihat lurus ke masa depan !!!

Malam di kampus ganesha 7 Desember 2013

/ Jumat, 06 Desember 2013 /
Sunyi sepi kampus ganesha malam ini
kembali mengingatkan memori
tiap langkah berkeliling kampus malam ini
menyadarkan sanubari

Bahwa kampus ini
Kampus terbaik bangsa ini
Dulu...
Ada presiden pertama negara di kampus ini,
Ada pemimpin partai di kampus ini,
Ada pemilik perusahaan di kampus ini,
Banyak orang - orang hebat dan terhebat negeri ini,
Dulu pernah belajar di tanah ini
Tanah yang sama, dengan aku, kamu, kita
Putera puteri ganesha

Pohon itu sebagai saksi, entah telah seberapa rentanya
Batu, tanah segala hal di tempat ini sebagai saksi
Bahwa dulu...
Ada pahlawan bangsa ini, menempa diri dengan sungguh di kampus ini

Institut teknologi bandung
Akankah ku dapat kembali dengan capaian tinggi
Layaknya orang-orang itu kulihat saat ini

Kembali lagi...
Apakah mimpi ini hanya akan menjadi mimpi
Hidup adalah mimpi, mimpi adalah hidup
Mimpiku akan terus menghidupi hidupku

- ankalucio -

Sebuah dan Seorang Pencilan

/ Minggu, 20 Oktober 2013 /
(1) Sebuah data pencilan memang harus dimusnahkan... Agar sebuah data dapat merepresentasikan nilai yang sebenarnya dgn baik. #refleksi_sore

(2) Bagaimana dgn seorang 'pencilan' baik fisik, psikis ataupun pola pikir? Apakah dia hrs 'dibuang' dgn dikucilkan dari kelompok? #refleksi_sore

(3) Seorang 'pencilan' belum tentu benar2 berbeda dari kebanyakan. Dia hanya butuh diwadahi dan didengar dalam kelompok. #refleksi_sore

(4) Memang perlu usaha yang lebih, untuk dapat mengerti, merasa, dan mendengar seorang pencilan. #refleksi_sore

(5) Percayalah bahwa seorang pencilan akan memberikan 'sesuatu pencilan' juga yang tak pernah anda sangka. #refleksi_sore

(6) Bung Karno, sempat diremehkan oleh teman-temannya karena setiap malam beliau berorasi di dpn kaca, sendirian, di kamar pojokan rumahnya. #refleksi_sore

(7) Banyak ilmuwan hebat yang sebelum penemuan briliantnya dikucilkan karena pemikirannya yang 'pencilan'. #refleksi_sore

(8) Banyak jg orang dgn keterbatasan fisik yang mampu menghasilkan karya besar di atas rata-rata. #refleksi_sore

(9) Seorang pencilan butuh diberi ruang, butuh didengar, butuh diarahkan. Bukan 'dibuang' dengan dikucilkan dari kelompok. #refleksi_sore

Realisasi dari Imajinasi Menuju Realitas

/ Sabtu, 07 September 2013 /
Aku sudah berkunjung ke berbagai tempat dalam hidup.
Aku telah berjabat tangan dengan ribuan, atau bahkan jutaan orang dalam hidup.
Aku telah merasakan banyak suasana berbeda yang kutemukan dalam lingkungan yang berbeda.

Realitas dan imajinasi ...
Kadang berbeda layaknya langit dan bumi,
Kadang juga begitu dekat...

Seiring berjalannya sang waktu, aku, kamu, dia dan mereka akan selalu berusaha mengurangi jarak antara imajinasi dengan realitas hingga terjadi realisasi. Idealisme kita lah yang akan menuntun imajinasi kita. Imajinasi begitu luas hingga kadang liar. Tapi idealisme akan mengurungnya dan memberikanya jalan.

Catatan Perjalanan ke Kawah Putih bersama Persma ITB

/ Senin, 19 Agustus 2013 /
Akhirnya perjalanan ke Kawah Putih tidak hanya menjadi wacana, kemarin 15/5/2013 : 7 orang kerabat kerja PERSMA ITB merealisasikan rencana jalan - jalan yang sempat tertunda beberapa kali, baik karena masalah akademik, hingga masalah jadwal yang tidak dapat disinkronkan.

Perjalanan kami mulai dari ITB sekitar pukul 09.30 WIB. Kami berangkat menggunakan mobil salahsatu kerabat kerja bernama Delia Rahma, sayang sang pemilik mobil justru tidak bisa ikut karena ada urusan ke Jakarta. Oke... Kembali ke topik. Perjalanan cukup panjang sekitar 2 jam (kata pak sopir) ini kami isi dengan canda tawa bersama sehingga kami tidak merasa bosan. Di tengah perjalanan, kami berhenti di sebuah supermarket, untuk sebentar melepas lelah dan membeli beberapa snack untuk menemani perjalanan kami.

Tak terasa 2 jam telah kami lewati, namun kami belum juga sampai. Hal ini dikarenakan mancetnya arus lalu lintas di Bandung Selatan pada hari itu. Kamipun harus lebih bersabar dan tidak terburu-buru, agar sampai di tempat tujuan dengan selamat. Tak beberapa lama kemudian, saya yang duduk di kursi depan melihat tulisan Taman Wisata Kawah Putih terpampang di depan. "Hei kita udah nyampek", kataku sampil menunjuk ke arah papan pintu masuk. Kuambil kamera untuk mengabadikan moment itu.

Pintu masuk Kawah Putih

About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger