Antara Mendidik dan Menilai

/ Kamis, 02 April 2015 /

Ada yang bilang dunia pendidikan Indonesia kurang bagus.
Dilema antara pergantian kurikulum (dari pemerintahan sebelumnya), dengan keinginan peningkatan kapasitas tenaga pengajar (dari pemerintahan baru) pun belum tuntas. Belum lagi, masalah pemerataan pendidikan, yang mengakibatkan belum semua anak di Indonesia berkesempatan menuntut ilmu dengan 'layak'
Tapi faktanya, pola pendidikan inilah yang mencetak pola pikir saya, anda dan kita orang-orang Indonesia.

Indonesia memiliki ratusan suku bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dengan kondisi sosial, ekonomi dan kebutuhan akan pendidikan yang berbeda-beda pula. Sebuah sistem pendidikan masa lalu yang berbasis kompetensi, melakukan generalisasi proses, padahal input dan output dari setiap daerah di Indonesia tentu berbeda-beda. Yah... Tapi apalah saya ini, cuma butiran bubble di minuman softdrink.

Dalam artikel ini saya hanya ingin membahas sebuah pertanyaan, hasil obrolan ringan dengan teman se-angkatan yang berkeinginan mendirikan bimbingan belajar di kampung halamannya. Pertanyaan saya :
Kenapa perlu ada bimbel atau bimbingan belajar ?
Dalam pemikiran sederhana saya, sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu, dimana ada pertanyaan disitu harus ada jawabannya. Sekolah adalah tempat menimba keilmuan, tempat yang sangat strategis untuk mengasah pola pikir dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan. Sebagai tempat bertanya dan harus ada jawabannya, seharusnya sekolah mampu menjawab apapun kebutuhan siswa. Sekolah seharusnya mampu mendidik manusia yang semula tidak tahu apapun, menjadi tahu apapun, dari yang semula tidak bisa, menjadi serba bisa.

Apa fungsi bimbingan belajar ? 
Menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2005) tujuan dari bimbingan belajar adalah:
  • Agar siswa memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. 
  • Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. 
  • Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. 
  • Memiliki keterampilan menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. 
  • Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. 
Dari segala tujuan mulia bimbingan belajar. Dewasa ini, bimbingan belajar sudah menjadi kebutuhan primer sebagian besar anak sekolah. Setiap keluarga yang memiliki ekonomi yang cukup, akan cenderung memasukan buah hati ke bimbingan belajar, dengan memotong jam bermain dan mengembangkan talenta di bidang lain.

Tujuan untuk mempersiapkan mental munuju ujian pun, diimplementasikan dengan pemberian jurus dan trik jitu untuk menyelesaikan persoalan rumit menjadi lebih sederhana. Okay... peserta didik akan mendapat nilai yang bagus karena mampu menyelesaikan persoalan yang diberikan dengan mudah, tapi konsep dari pengetahuan dan ilmu yang seharusnya diperoleh, apakah akan diperoleh ?

Dalam benak saya sekarang, bimbingan belajar menjelma menjadi tempat menuntut ilmu, sehingga siap dalam ujian di sekolah. Akhirnya, sekolah bukan menjadi tempat belajar yang utama, sekolah menjelma menjadi tempat sekedar untuk menilai hasil belajar. Dilema pun muncul, ketika melihat bapak ibu guru yang mengajar di sekolah kemudian juga mengajar di dalam bimbingan belajar untuk menambah penghasilan. Ekonomi baik dan pendidikan baik pun menjadi pilihan dalam dua buah wajah koin mata uang.

Kembalikan sekolah sebagai sebenar-benarnya tempat untuk menuntut ilmu dengan bapak dan ibu guru yang benar sebagai pahlawan dengan tanda jasa !

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar. Jangan lupa follow blog ini :)

About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger