Catatan Perjalanan ke Tebing Keraton Bandung Jawa Barat

/ Senin, 18 Mei 2015 /
Pemandangan dari Tebing Keraton
Tebing Keraton atau Tebing Karaton merupakan sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Tebing ini terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Dari Tebing Keraton dapat menikmati pemandangan spektakuler. Bukan lampu kota, melainkan hutan, sungai, dan air terjun kecil dari atas.

Kampus Ganesha masih menjadi Kampus Mercusuar ?

/ Senin, 11 Mei 2015 /
Kampus Mercusuar Ganesha
Pada awal pertama kali masuk ke kampus ganesha, ada selentingan yang menjuluki kampus ini sebagai 'Kampus Mercusuar', apa itu ? Adalah sebuah kampus yang begitu tinggi menjulang, namun dia hanya menjulang tinggi sendiri dengan mengesampingkan keadaan sekitar yang ada. Dibuat tinggi, hingga masyarakat kampus yang ada di dalamnya seakan lupa bagaimana cara kembali membumi.

Di akhir masa perkuliahan di kampus ganesha, saya berkesempatan untuk lebih banyak berinteraksi dengan sebaya dari kampus di sekeliling kampus ganesha, melalui beberapa wadah komunitas, dan kepanitiaan acara yang saya ikuti. Saya merasakan bahwa tidak sepantasnya masyarakat kampus ganesha memposisikan diri sebagai mercusuar yang tinggi dan angkuh. Berbagai kesempatan itu, membuka mata saya bahwa banyak potensi - potensi tinggi di luar tembok kampus mercusuar yang bahkan selangkah lebih di depan.

Syair Pembuka Novel Negeri 5 Menara

/ Minggu, 19 April 2015 /

Kata Mutiara Imam Syafii :
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika di dalam hutan.

Di masa sulit seperti sekarang, dibutuhkan asupan nutrisi untuk jiwa agar tetap tegar menghadapi segala tantangan di depan.

Salam semangat, mari berkarya, mari berbuat lebih.

Bersama Kesulitan ada Kemudahan

/ Jumat, 17 April 2015 /
Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.

Saat Anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa di balik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan.

Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.

Kobaran api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim a.s. Dan itu, karena pertolongan Ilahi membuka "jendela"

Lautan luas tak kuasa menenggelamkan Kalimur Rahman (Musa a.s). Itu, tak lain karena suara agung kala itu telah bertitah,

Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun datang silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Tetapi  sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.

- - - 'Aidh al-Qarni, La Tahzan [18-19]

Rasa Hambar

/ Selasa, 07 April 2015 /
Tak sekali dua kali kujumpa
Rasa masakan yang kuindera
Pahit...
Getir...
atau hambar...

Terkadang berusaha memilah makanan
Memakan makanan dengan urutan makan
Satu demi satu
Berusaha menahan getir
Mengharap nikmat sepagai pelipur segala

Dari segala rasa
Apa jadinya ?
Jika hambar terus disantap
Jika hambar terus dilahap
Hambar...
Tak berasa itu, paling tak nikmat
Bagaimana jika rasa satu dengan yang lain berbeda ?
Aku hambar,
Apa hambar yang sama yang kamu rasa sama ?

Ya rasa hambar...

Oleh :
Andrean Eka Lucianto

About


Buff - Planet Earth

Pengikut

 
Copyright © 2010 Manuskrip , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger